Meskipun mata uang kripto sedang populer di sebagian besar negara, bukan hal yang tidak biasa untuk mendapati bahwa mata uang ini relatif volatil. Walaupun penggunaan mata uang virtual telah sangat berhasil, faktanya pengguna dihadapkan pada volatilitas kripto. Akibatnya, cukup wajar jika beberapa pengguna khawatir tentang masa depan mata uang digital. Ada alasan yang jelas untuk ini, dan kita akan membahasnya.
Cara kerja sistem terdesentralisasi
Ketika pasar saham mengalami penurunan sekitar 7%, Wall Strict tidak ragu untuk menghentikan perdagangan. Ini karena bank sentral berada di bawah tekanan ketika pasar keuangan runtuh. Memang, kondisi keuangan memaksa mereka untuk segera menerapkan rencana stimulus. Akibatnya, mata uang konvensional tidak berada dalam bahaya kehilangan nilainya.
Namun, prosesnya cukup berbeda untuk mata uang kripto. Tidak seperti mata uang Fiat, mata uang kripto bekerja pada sistem terdesentralisasi. Ambil contoh saham perusahaan; harga saham ditentukan oleh kondisi bisnis perusahaan yang bersangkutan.
Ini berarti bahwa harga saham terutama ditentukan oleh kesehatan sektor tertentu. Tetapi karena saham merepresentasikan sebagian kepemilikan perusahaan, variasinya tetap terbatas. Namun, harga mata uang kripto sangat dipengaruhi oleh tingkat spekulasi. Perlu dicatat bahwa nilainya tidak bersifat kondisional maupun intrinsik.
Hukum penawaran dan permintaan
Jika ada hukum yang mengikat mata uang kripto, jelas itu adalah hukum penawaran dan permintaan. Pertama, terkait investasi kripto, permintaan terdiri dari para pengguna. Jadi, semakin kripto diminati atau mudah diakses investor, semakin meningkat permintaannya. Selain itu, jika aset tersebut tersedia di beberapa platform pertukaran, hal ini juga meningkatkan permintaan.
Selain itu, persaingan ketat yang terlihat di antara berbagai mata uang kripto juga memengaruhi permintaan. Di antara kripto yang mendorong permintaan di pasar investasi adalah Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan banyak lainnya. Masing-masing mata uang digital ini memiliki fitur unik yang menarik investor.
Dalam penawaran dan permintaan, semuanya tentang keseimbangan. Dengan demikian, pembeli dan penjual secara langsung memengaruhi harga mata uang kripto di pasar. Namun, sangat penting untuk melakukan riset pasar demi memperoleh imbal hasil investasi. Hal ini dilakukan berdasarkan kriteria khusus yang dikelompokkan ke dalam dua kategori utama.
Faktor internal yang memengaruhi volatilitas harga mata uang kripto
Faktor yang memengaruhi volatilitas mata uang digital beragam dan terdiri dari berbagai jenis. Faktor internal ini hanya memengaruhi pasar domestik.
Trader
Kapitalisasi mata uang kripto didasarkan pada prinsip sebab dan akibat. Memang, semakin tinggi harga kripto, semakin sedikit trader yang berinvestasi, dan sebaliknya. Ambil contoh kasus mata uang virtual yang paling banyak digunakan: bitcoin. Nilai aset ini biasanya bergantung pada situasi pasar. Untuk tujuan ini, penjual dan pembeli menggunakan alat pasar untuk mengelola fluktuasi harga sebaik mungkin.
Memindahkan modal dari satu kripto ke kripto lain
Harga bitcoin memengaruhi mata uang kripto lainnya, seperti altcoin. Dengan demikian, nilai mata uang Fiat dari aset tersebut turun atau naik sesuai fluktuasi bitcoin. Jadi, hanya menggunakan alat pasar untuk menganalisis situasi mata uang kripto yang Anda minati tidak lagi cukup. Selain itu, Anda perlu mengawasi harga bitcoin dengan saksama, serta situasi trader lainnya.
Faktor eksternal yang memengaruhi harga mata uang kripto
Penyebab eksternal volatilitas mata uang kripto melibatkan tren dan peristiwa di luar pasar mata uang kripto.
Krisis ekonomi dan devaluasi mata uang Fiat.
Permintaan terhadap uang kripto, terutama bitcoin, meningkat ketika mata uang fiat mengalami devaluasi. Pengendalian sistem moneter dan fiskal pada masa krisis lokal maupun global juga mendorong pertumbuhan bitcoin.
Situasi ekonomi
Kapitalisasi mata uang virtual dipengaruhi oleh pendapat otoritas politik dan ekonomi atau media. Situasi ekonomi suatu negara dapat berdampak langsung pada volatilitas mata uang kripto. Legislasi tertentu juga memengaruhi permintaan mata uang kripto dalam jangka panjang. Untuk memahami dampak mata uang kripto dalam perekonomian saat ini, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengikuti berita dengan saksama.
Dengan demikian, penyebaran berita ekonomi global kemungkinan akan meningkatkan harga mata uang kripto, termasuk bitcoin. Memang, beberapa berita bersifat palsu dan dibuat untuk memengaruhi harga kripto. Meskipun seorang trader perlu waspada terhadap tren dan informasi baru, Anda juga disarankan untuk melakukan analisis sendiri.
Volatilitas mata uang kripto jangka panjang
Beberapa trader ragu untuk berinvestasi pada kripto yang volatil. Namun demikian, mata uang virtual telah berkembang, dan banyak orang kini menggunakan Bitcoin. Sebagai bukti, meskipun ada keraguan dari sebagian pihak, beberapa negara kini memilih penggunaan resmi Bitcoin. Mata uang kripto yang volatil adalah aset jika trader berinvestasi dengan bijak. Ini memungkinkan investor menghasilkan keuntungan signifikan tanpa menggunakan leverage.
Konten di atas disediakan dan dibayar oleh TradeQuo dan hanya untuk tujuan informasi umum. Konten ini tidak bertindak sebagai nasihat investasi atau nasihat profesional dan tidak boleh dianggap demikian. Sebelum mengambil tindakan berdasarkan informasi tersebut, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan profesional terkait Anda masing-masing. Kami tidak mengakreditasi pihak ketiga mana pun yang dirujuk dalam artikel ini. Jangan berasumsi bahwa sekuritas, sektor, atau pasar apa pun yang dijelaskan dalam artikel ini pernah atau akan menguntungkan. Prospek pasar dan ekonomi dapat berubah tanpa pemberitahuan dan mungkin sudah usang saat disajikan di sini. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, dan mungkin ada kemungkinan kerugian. Hasil kinerja historis atau hipotetis dipublikasikan hanya untuk tujuan ilustratif.
