Chevron memberikan bonus khusus kepada staf setelah laba yang kuat, bahkan ketika tekanan politik meningkat atas harga bahan bakar.
Chevron memberikan penghargaan kepada karyawan dengan bonus khusus setelah melaporkan rekor laba minggu lalu, yang didorong oleh harga minyak yang lebih tinggi terkait dengan perang yang sedang berlangsung di Iran. Langkah ini dilakukan saat Presiden AS Donald Trump memperbarui seruan bagi perusahaan minyak besar untuk menurunkan harga bensin.
Detail Kunci
Menurut email internal yang dilihat oleh Reuters, CEO Mike Wirth memuji karyawan karena berhasil mencapai target pemotongan biaya, menghasilkan sinergi dari akuisisi Hess lebih cepat dari jadwal, dan mempertahankan operasi yang aman meskipun ada tantangan di Venezuela dan Timur Tengah.
Wirth menggambarkan kinerja perusahaan sebagai "luar biasa," dengan mengatakan bahwa hasil tersebut mencerminkan upaya karyawan selama tahun yang sulit. Sebagian besar karyawan Chevron akan menerima bonus senilai setengah dari gaji pokok satu bulan.
Pengumuman ini menyusul laporan rekor laba Chevron pada hari Jumat, yang didukung oleh kenaikan harga minyak selama konflik yang melibatkan Iran.
Reaksi Pasar
Pengumuman bonus ini muncul saat Trump secara terbuka mengkritik produsen minyak utama. Dalam sebuah wawancara Fox News dan sebuah postingan di Truth Social, ia mendesak perusahaan-perusahaan untuk menurunkan harga eceran bahan bakar dan secara khusus menyebut CEO Chevron Mike Wirth, dengan mengatakan bahwa perusahaan minyak harus meneruskan manfaat tersebut kepada konsumen.
Chevron tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Apa yang Perlu Diperhatikan
Investor akan memperhatikan apakah harga minyak tetap tinggi, bagaimana tekanan politik pada perusahaan energi berkembang, dan apakah Chevron dapat mempertahankan momentum keuangan yang kuat dalam beberapa bulan mendatang.
Setiap berita utama adalah peluang — jangan hanya menonton dari pinggir lapangan. Perdagangkan secara langsung di TradeQuo.
Sumber: Reuters
Waktu: 10:00 AM EEST





